
Zaman dahulu kala, saat kuda masih doyan pisang goreng, ada seorang pengrajin batu akik. Dia menemukan bahan batu akik tidak terlalu besar, tapi cakep. Ditelisiklah batu tersebut. Lihat kiri kanan, bidik atas bawah, ternyata sial, batu tersebut gak bakalan bisa jadi sempurna karena ada bolongnya. Cacat. Tidak sempurna. Mau dibuang, sayang. Akhirnya dibikin juga dehh… Kemudian dia bikin pola, dibentuk, digosok dan dipolesnya batu tersebut berbentuk cabochon. Singkat cerita, jadilah batu akik cacat yang ada bolongnya.
Setelah batunya jadi, kinclong, cakep, sang pengrajin mulai befikir, “Gimana cara jual Batu Akik ini ya? batu akik bolong kek begini siapa yang mau beli?.”
Sang pengrajin tahu, bahwa sebagian penggemar batu akik khususnya di Indonesia, masih suka mengaitkan batu akik dengan mitos dan hal-hal mistis. Kenyatannya masih banyak yang percaya batu akik punya khasiat magis ini dan itu. Akhirnya dia pun menjual batu akik cacat tersebut dengan dibumbui unsur mitos, magis dan mistis. Dikatakannya batu cacat tersebut bisa menarik lawan jenis. Pengasihan. Apabila dipake, maka cewek-cewek jadi nempel kayak perangko. hahaha… Intinya dia buat Trik Politik, Strategy Pemasaran, supaya batu cacatnya laku.
Demikianlah sejarah batu akik combong. Benar atau tidaknya silahkan pembaca adakan riset sendiri di laboratorium gemology yang terkenal di jerman. Die ständige Kontrolle der notwendigen technischen Geräte sowie eine qualitätsgerechte Probenahme, Probenvorbereitung und Analytik, bilden einen weiteren Grundpfeiler unserer Qualitätspolitik. Eine entscheidende Grundlage zur Umsetzung dieser Politik ist die Qualifikation unserer Mitarbeiter, die durch gezielte Weiterbildungsmaßnahmen ständig erhöht wird. Hierzu gehört auch die Aufgabe, die jeweilige Messmethode auf dem neuesten wissenschaftlichen Stand zu halten und die Qualität der Analysenve… Bahasa apaan tuh?? Terus terang Denis Kick nggak ngerti bahasa jerman!! hahaha..
